Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Google Menyatukan Aplikasi Google Duo dan Meet

Google Menyatukan Aplikasi Google Duo dan Meet. Semua akan using Ketika ada hal baru yang lebih baik. Begitu pula dengan aplikasi perpesanan video Duo yang sekrat karena kedatangan google meet. Namun, tidak semua hal using tidak dapat berkontribusi Kembali Duo. Meskipun google meet kini berada di puncak, ada system Duo yang tidakada di meet, dan jika anda memiliki keduanya, solusi paling tepat adalah menyatukan semua fitur unggulnya menjadi aplikasi yang sempurna.  

Sekarang Google secara resmi mengkonfirmasi langkah penggabungan kedua aplikasi tersebut pada hari Rabu. Mereka menjelaskan dalam sebuah posting blog bahwa tujuannya adalah untuk membuat “layanan komunikasi video tunggal”.

Baca juga: Google play dipindahkan ke iOS

Saat merek Google Duo sedang sekarat, sepertinya basis kode Duo  akan hidup sebagai dasar untuk Google Meet baru. Google mengatakan bahwa “fitur panggilan video yang ada dari Duo akan tetap ada”. Beberapa minggu mendatang, kami menambahkan semua fitur Google Meet ke aplikasi Duo, katanya di postingan. Sehingga pengguna dapat dengan mudah menjadwalkan rapat video pada waktu yang sesuai untuk semua orang, atau terus menggunakan panggilan video untuk langsung terhubung dengan seseorang atau grup. Google menjegaskan, Akhir tahun ini akan mengganti nama aplikasi Duo menjadi Google Meet, yang tersedia untuk semua orang tanpa biaya”.

Langkah ini dilakukan setelah Google menyatukan tim komunikasinya di bawah VP dan GM Google Workspace Javier Soltero pada tahun 2020. Nantinya, Google Hangouts, Google Meet, Google Chat, Google Messages, Google Duo, dan Google Voice semuanya akan hidup di bawah satu atap

Mengenang Googel Duo

Google Duo rilis pada tahun 2016 sebagai aplikasi obrolan video mandiri dengan aplikasi perpesanan “pendamping” yaitu “Google Allo”. Saat itu Google baru saja kalah saing dalam upayanya membeli WhatsApp dari Facebook dengan nilai akuisisi $ 22 miliar. Sehingga memicu mesin fotokopinya untuk membuat Google Allo, yang merupakan klon WhatsApp langsung. Alih-alih menggunakan akun google, malah menggunakan identifikasi nomor telepon berbasis SMS, penggunaanya untuk satu perangkat pada satu waktu, persis cara kerja WhatsApp yang sangat non-Googley.

Meluncurkan dua aplikasi komunikasi pada saat yang sama tampak aneh, idenya adalah mengajukan Duo dan Allo sebagai pendamping WhatsApp. Meskipun Google tahu itu tidak dapat bersaing dengan raksasa WhatsApp yang akhirnya menambah fitur obrolan video.

WhatsApp tidak memiliki fitur obrolan video pada saat itu. Duo meluncur sebelum Allo untuk mengalahkan  peluncuran video WhatsApps yang akan datang. Baik Allo dan Duo diluncurkan pertama kali di India pasar terkuat WhatsApps dan Duo dibangun dari bawah ke atas untuk menyediakan obrolan video melalui koneksi Internet paling lambat. Strategi itu awalnya berhasil, namun Allo meninggal setelah dua setengah tahun, Duo mampu hidup kritis sampai saat ini.

Google tidak pernah membagikan statistik pengguna aktif, tetapi Duo menjadi  aplikasi Android default pada tahun 2016. Sehingga memiliki lebih dari 5 miliar unduhan Play Store, seperti setiap aplikasi Android default lainnya.

Kemunculan Google Meet

Sementara Duo adalah tentang kecemburuan google terhadap WhatsApp, Google Meet adalah manifestasi dari kecemburuan dari Zoom. Secara teknis, Meet rilis pada tahun 2017 sebagai produk rapat video bisnis dari tim G Suite. Tetapi kemudian ditutup kembali  selama bertahun-tahun. Ketika pandemi melanda pada tahun 2020 dan penggunaan Zoom meledak, saat itulah Google Meet kembali sebagai jawaban Google.

Zoom telah ada selama bertahun-tahun dan sangat mudah digunakan. Anda tidak memerlukan akun, hanya tautan, yang menjadikannya cara termudah untuk memasukkan lebih dari 30 orang non-teknis ke dalam rapat virtual. Google adalah pemimpin dalam obrolan video grup ketika berfokus pada layanan video Google Hangouts era 2011. Tetapi peluncuran kembali produk komunikasi perusahaan yang terus-menerus membuatnya tertangkap basah ketika pandemi melanda. Hangouts mati, dan Google Meet dikunci di balik paywall G Suite hingga akhir April 2020, dua bulan setelah ledakan kerja dari rumah. Pada saat itu, semua orang sudah memilih Zoom sebagai solusi video.

Meet vs Zoom

Meet terus mengejar Zoom hingga hari ini dan memiliki 100 juta unduhan di Play Store. Mengambil alih Google Duo untuk digabungkan dengan Google Meet sekaligus menggabungkan kedua pengguna dengan akses ke 5 miliar unduhan. Jadi ini adalah perlawanan besar google bagi pesaingnya, Zoom. Karena basis kode Duo dan nama paket yang melekat, halaman dukungan Google  mencatat bahwa pengguna Meet akan diminta untuk mengalihkan aplikasi ke Meet baru setelah semua perubahan penggabungan selesai.

Meet, menjadi merek baru yang panas di Google, secara alami bertahan dari merger. Google Duo awalnya di mulai sebagai layanan obrolan video satu lawan satu yang sangat sederhana, sebagai muasal nama dua berasal. Duo kemudian beradaptasi saat pandemi, dan sekarang mendukung obrolan video 32 orang

Tidak seperti transisi produk Google tertentu lainnya. Google menekankan bahwa tidak ada yang boleh kehilangan fitur apa pun dari merger ini. Posting blog dan halaman dukungan keduanya mengatakan bahwa setiap fitur Google Meet dan Google Duo akan hadir setelah merger dan tidak akan ada gangguan layanan. Bahkan ada  GIF duel yang menunjukkan bahwa cara Google Duo dua ketukan untuk memulai obrolan video satu lawan satu akan tetap ada, bersama dengan seratus atau lebih ketukan untuk memulai rapat Google Meet.

Oke sahabat hubtekno ini sangat menarik, kita akan menyaksikan keseruan dari pasar raksasa ini. Semoga informasi ‘Google Menyatukan Aplikasi Google Duo dan Meet’, bermanfaat!

Posting Komentar untuk "Google Menyatukan Aplikasi Google Duo dan Meet"