Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Masalah Keamanan Cyber tahun 2022-2025

9 Masalah Keamanan Cyber tahun 2022-2025. Menurut majalah Forbes masalah keamanan cybers saat ini mengikuti tren yang sedang berlangsung, sebagai contoh Ketika terjadi pandemic Covid-19, transaksi dengan system online meningkat, banyak pekerja yang bekerja dari rumah, yang tentunya prusahaan akan melonggarkan sedikit keamanan mereka. 

Sehingga jaringan dan jalan masuk bagi pelaku untuk mengambil berbagai hal sangat mudah. Sekarang dengan masalah yang terjadi di Rusia dan Ukraina, peperangan senjata mungkin tampak seperti gunung es, deep warnya adalah cyber security.

Baca juga: Cara menggunakan windows scurity

Bulan lalu, ekonom di Goldman Sachs mengatakan bahwa infrastruktur yang bertanggung jawab untuk menghasilkan dan mendistribusikan energi, jasa keuangan, dan sektor transportasi di AS sangat rentan terhadap potensi serangan siber Rusia yang dapat menyebabkan kerugian miliaran dolar.

Dan hal yang sama akan terjadi, pemain dari skutu ukraina termasuk AS juga akan melakukan hal sama terhadap stabilitas ekonomi di rusia. Selain dari organisasi terorganisir tidak sedikit juga pemaian yang mencari keuntungan sendiri di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Masalah keamanan cyber tahun 2022-2025



Beberapa Masalah keamanan cyber yang sedang dan mengancam di masa depan

1. Kesadaran dan Prilaku pengguna

Ini mungkin sangat mendasar, kesadaran kita teralihkan atau kita tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan berada dalam pantauan atau jebakan pelaku kejahatan cyber. Misalnya kita tidak sadar bahwa pesan email kita adalah phising, atau akun sosial media kita tiba-tiba hilang.

Kesadaran pengguna ini juga sebenarnya dimanfaatkan oleh system teknologi untuk melacak apa yang kita lakukan, apa yang kita butuhkan. Tidak asing kita mendengar istilah internet of behivor, teknologi yang digunakan olah google atau fecebook dalam menarget pelanggan, dimana informasi dari aktivitas pelanggan di kumpulkan untuk mengetahui apa yang kita butuhkan. Ini mungkin bermanfaat, tapi sebagai contoh bahawa kita tidak pernah sadar bahwa apa yang kita lakukan memiliki jejak digital yang mereka simpan.

Sehingga bukan hal yang tidak mungkin cara ini bisa jadi jalan untuk digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab di masa depan.

2. Serangan phising dengan target geografis

Penting juga untuk dicatat bahwa pada tahun 2020 saja terdapat lebih dari 60.000 situs web phishing dan 1 dari setiap 8 karyawan membagikan informasi di situs phishing (Security Boulevard, 2020).

3. serangan di sektor Kesehatan

Pada 2019, nilai pasar keamanan siber perawatan kesehatan adalah 9,78 miliar dan ini diproyeksikan meningkat menjadi 33,65 miliar dolar pada 2027 (GlobeNewswire, 2020).

Pelanggaran data adalah salah satu tren keamanan siber terkemuka dalam perawatan kesehatan. Dari 2015 hingga 2019, 157,40 juta catatan perawatan kesehatan terpapar (Healthcare, 2020). Menurut IBM, pelanggaran data seperti ini di industri perawatan kesehatan dapat merugikan organisasi rata-rata $7,13 juta pada tahun 2020 (IBM, 2020). Akibatnya, organisasi layanan kesehatan sekarang lebih memperhatikan persyaratan keamanan digital mereka. Pada gilirannya, ini mendorong pertumbuhan yang cukup besar untuk pasar keamanan siber di sektor perawatan kesehatan.

4. Keamanan Cloud

Semakin banyak bisnis dan organisasi yang bermigrasi ke cloud. Namun, sebagian besar layanan cloud saat ini tidak menawarkan enkripsi, autentikasi, dan pencatatan audit yang aman. Beberapa juga gagal mengisolasi data pengguna dari penyewa lain yang berbagi ruang di cloud.

5. Ancaman terhadap perguruan tnggi

Keamanan siber kini menjadi salah satu prioritas utama mereka yang berada di sektor pendidikan tinggi, terutama dengan maraknya pembelajaran online dan kerja jarak jauh di masa pandemi. Tren keamanan siber di pendidikan tinggi terutama melibatkan data siswa.

6. Serangan perangkat  IoT

Perangkat komputasi yang tertanam dalam produk IoT memungkinkan pengiriman dan penerimaan data melalui Internet.

Saat IoT menghubungkan ruang virtual dan dunia fisik, intrusi rumah menambah daftar kemungkinan ancaman paling menakutkan yang dibawa IoT. Faktanya, sebuah laporan oleh Symantec mengungkapkan bahwa router yang terinfeksi menyumbang 75% dari semua serangan IoT yang terjadi pada 2018, sedangkan kamera yang terhubung menyumbang 15% (Symantec, 2019).

7. Serangan perangkat seluler

Saat ini, hampir semua orang menggunakan perangkat seluler pintar—66,6% populasi dunia pada tahun 2021, tepatnya (DataReportal, 2021). Sebagian besar perangkat lunak dan platform e-niaga terkemuka dapat diakses melalui platform seluler. Penjahat dunia maya, bagaimanapun, melihat ini sebagai peluang untuk menargetkan pengguna seluler dan menggunakan perangkat seluler sebagai vektor serangan.

Menurut whitepaper 2019 Current State of Cybercrime RSA, sekitar 70% transaksi penipuan berasal dari platform seluler, dengan vektor serangan seluler populer termasuk malware, gangguan data, dan kehilangan data (RSA, 2019).

8. Serangan pada jasa keuangan

Serangan phishing tetap lazim di sektor jasa keuangan, tetapi tidak lagi hanya melalui email. Phishing melalui media sosial dan platform perpesanan lainnya kini menjadi salah satu tren keamanan siber dalam layanan keuangan.

Sebuah laporan oleh Boston Consulting Group mengungkapkan bahwa perusahaan jasa keuangan 300 kali lebih rentan terhadap serangan keamanan siber daripada bisnis di industri lain (BCG, 2019).

9. Keamanan Kuantum

“Yang ini benar-benar mengkhawatirkan saya,” kata Farshchi.

“Banyak orang berpikir ini adalah sesuatu yang harus kita khawatirkan di masa depan … intinya adalah bahwa ada aktor ancaman di luar sana yang mengumpulkan data terenkripsi hari ini … data yang [menggunakan teknologi komputasi klasik] akan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk mendekripsi. Dan mereka mengumpulkannya karena suatu alasan.”

Alasannya adalah bahwa dengan cepat menjadi jelas bahwa teknologi kuantum akan tersedia dalam waktu yang tidak terlalu lama yang akan mempersingkat banyak teknik enkripsi standar industri yang digunakan untuk mengamankan data saat ini.

Demikian artikel tentang 9 Masalah Keamanan Cyber tahun 2022-2025. Semoga bermanfaat!

Refrensi: Forbes, Financesonline

Posting Komentar untuk "9 Masalah Keamanan Cyber tahun 2022-2025"